MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra mematangkan persiapan Pengukuran Kompetensi Digital Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan melibatkan lebih dari 24.700 ASN di lingkungan Pemprov Sultra.
Persiapan tersebut dibahas melalui Technical Meeting Pengukuran Kompetensi Digital ASN yang digelar di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan pengukuran dijadwalkan berlangsung pada 26 Agustus 2026 dan dilaksanakan bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Sumber Daya Manusia (BBLSDM) Komdigi Wilayah Makassar.
Pj. Sekda Sultra, Muhammad Fadlansyah, mengajak seluruh ASN lingkup Pemprov Sultra untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pengukuran kompetensi digital merupakan bagian dari upaya membangun aparatur yang profesional, cakap digital, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan era berbasis data.
Ia meminta seluruh ASN mengikuti pengukuran dengan sungguh-sungguh sebagai momentum untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kemampuan digital.
“Peningkatan kompetensi digital menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan publik di era teknologi,” ujarnya.
Muhammad Fadlansyah berharap seluruh ASN dapat berpartisipasi sehingga terwujud aparatur yang responsif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Mari kita wujudkan ASN Sultra yang responsif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik guna mewujudkan visi dan misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, yaitu Terwujudnya Sulawesi Tenggara Maju yang Aman, Sejahtera, dan Religius,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Sultra, Andi Syahrir, menjelaskan pengukuran kompetensi digital bertujuan memperoleh gambaran kemampuan digital ASN secara terukur. Hasil pengukuran nantinya menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan pelatihan dan pengembangan kompetensi digital ASN.
“Selama ini pelatihan-pelatihan digital belum semuanya berdasarkan kajian. Kadang kita menentukan siapa yang mengikuti pelatihan berdasarkan perkiraan atau subjektivitas. Melalui pengukuran ini kita bisa mengetahui siapa yang perlu ditingkatkan kompetensinya dan jenis pelatihan apa yang sesuai,” jelasnya.
Ia menegaskan, pengukuran kompetensi digital bukan merupakan ujian yang bertujuan menentukan benar atau salah. Kegiatan tersebut lebih diarahkan untuk memetakan tingkat kompetensi digital ASN sehingga kebutuhan peningkatan kapasitas dapat ditentukan secara tepat.
“Ini untuk melihat gambaran seberapa terliterasinya ASN kita dalam konteks teknologi digital,” ujarnya.
Andi Syahrir menambahkan, pengukuran kompetensi digital ASN juga menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan Indeks Pemerintahan Digital. Menurutnya, transformasi digital tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kominfo, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh perangkat daerah.
“Kominfo hanya menjadi fasilitator. Transformasi digital dilakukan oleh kita semua. Misalnya dari tanda tangan basah menjadi tanda tangan elektronik, atau dari penggunaan Sisumaker menuju SRIKANDI, itu bagian dari transformasi digital,” katanya.
Pengukuran pada 26 Agustus 2026 akan melibatkan lebih dari 24.700 ASN Pemprov Sultra yang terdiri atas CPNS, PNS, PPPK, dan PPPK paruh waktu.
Hasil pemetaan kompetensi tersebut nantinya juga akan menjadi dasar pembentukan Gugus Tugas Talenta Digital ASN yang akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Sultra.
Pelaksanaan pengukuran dijadwalkan berlangsung pukul 08.00 hingga 16.00 WITA. Namun, peserta tidak harus mengikuti kegiatan secara terus-menerus karena proses pengukuran diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit.
Pengisian dapat dilakukan menggunakan telepon seluler maupun komputer sehingga memberikan kemudahan bagi ASN untuk mengikuti pengukuran.
Untuk memantau tingkat partisipasi, Dinas Kominfo Sultra menyiapkan dashboard yang menampilkan perkembangan pengisian secara berkala berdasarkan perangkat daerah.
Kadis Kominfo juga meminta para penanggung jawab atau PIC di masing-masing perangkat daerah membantu menyebarluaskan informasi serta tautan pengukuran kepada seluruh ASN di lingkungan kerjanya.
“Kita sangat berharap tingkat partisipasi kita tinggi. Ini bukan hanya kegiatan Kominfo, tetapi untuk kita semua. Hasilnya akan menjadi gambaran kondisi kompetensi digital ASN sekaligus dasar untuk menentukan kebutuhan pengembangan kapasitas ke depan,” pungkasnya.
Technical Meeting tersebut turut menghadirkan Firdaus Masyhur dari BBLSDM Komdigi Wilayah Makassar sebagai narasumber yang memberikan penjelasan teknis mengenai pelaksanaan Pengukuran Kompetensi Digital ASN. (red)












