MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) Selasa (3/12) di Kendari. Rakorwil ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan sektor-sektor yang memiliki penyerapan tenaga kerja signifikan di wilayah Sulampua, khususnya dalam pengembangan pertanian modern dan hilirisasi rumput laut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio, mewakili Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas terpilihnya Sultra sebagai tuan rumah acara ini.
“Saya mewakili Pemprov Sultra mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir, khususnya Kepala Perwakilan Bank Indonesia dan perwakilan pemerintah daerah dari seluruh wilayah Sulampua. Kehadiran bapak dan ibu semua adalah bukti komitmen kita bersama untuk berkontribusi bagi kemajuan wilayah kita tercinta,” ujarnya.
Asrun Lio menyebutkan bahwa Rakorwil ini merupakan kegiatan strategis dan sekaligus kesempatan besar bagi daerah untuk menunjukkan komitmen serta potensi wilayahnya dalam mendukung pembangunan di Sulampua. Menurutnya, meskipun Sulampua pada awalnya merupakan wilayah yang tertinggal, berkat sinergi antara pemerintah pusat dan masyarakat, Sulampua kini menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.
“Hilirisasi menjadi salah satu kunci keberhasilan. Di Sulawesi Tenggara, keberadaan pabrik pengelolaan nikel telah memberikan dampak besar bagi perekonomian daerah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing dan pendapatan daerah,” terangnya.
Namun, Asrun Lio mengingatkan bahwa keberhasilan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari proses panjang menuju kesejahteraan yang lebih merata.
“Meskipun sudah ada kemajuan, Sulampua belum mencapai perkembangan ekonomi yang ideal dan merata. Kini saatnya kita fokus mengembangkan industri padat karya untuk menyerap tenaga kerja yang akan meningkat akibat bonus demografi,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan bonus demografi sebagai peluang sekaligus tantangan untuk memastikan tersedianya lapangan kerja yang memadai. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah melalui modernisasi sektor pertanian, mengingat kekayaan alam Sulampua yang melimpah, termasuk lahan pertanian yang subur di berbagai daerah seperti Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Gorontalo.
“Dengan penerapan teknologi modern, sektor pertanian dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Selain itu, sektor perikanan, khususnya rumput laut, juga memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tinggi yang dapat bersaing di pasar internasional,” paparnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa hilirisasi rumput laut tidak hanya akan meningkatkan nilai tambah, tetapi juga membuka peluang kerja yang luas bagi masyarakat lokal.
Sebagai penutup, Asrun Lio menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas inisiatif dalam menyelenggarakan Rakorwil ini. Ia berharap diskusi dalam acara ini akan menghasilkan rumusan strategi konkret untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di Sulampua.
“Semoga melalui sinergi dan kerja sama yang baik, kita dapat mewujudkan kemajuan yang nyata bagi masyarakat dan provinsi Sulawesi Tenggara,” ungkapnya. (**)












