BerandaDaerah

Transportasi Lebaran di Sultra Dipastikan Siap, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-5 dan H-3

×

Transportasi Lebaran di Sultra Dipastikan Siap, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-5 dan H-3

Sebarkan artikel ini
Kepala BPTD Kelas II Sulawesi Tenggara, Husni.
Kepala BPTD Kelas II Sulawesi Tenggara, Husni.

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memastikan seluruh moda transportasi telah disiapkan secara optimal untuk menghadapi mobilitas masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026 di Sulawesi Tenggara.

Sejumlah armada transportasi seperti kapal, pesawat, dan bus telah disiapkan dalam jumlah memadai. Selain itu, berbagai langkah antisipasi juga dilakukan guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung selamat, aman, lancar, dan nyaman selama periode mudik Lebaran di Sultra.

Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Tenggara, Husni, dalam kegiatan dialog bersama media menjelang pembukaan Posko Angkutan Lebaran Terpadu oleh Menteri Perhubungan. Posko tersebut dipusatkan di Terminal Tipe A Puuwatu sebagai Pos Koordinasi Angkutan Lebaran Terpadu Kementerian Perhubungan di Sulawesi Tenggara, Jumat (13/3/2026).

“Insyaallah seluruh moda transportasi telah dipersiapkan secara optimal untuk menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026, dengan fokus pada keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan perjalanan,” kata Husni.

Dialog tersebut juga dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sultra, Ditlantas Polda Sultra, Kepala KSOP Kendari, Kepala Bandara Halu Oleo, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kendari, Kepala Dinas Perhubungan Kolaka Utara, Jasa Raharja, Basarnas, serta BMKG.

Husni mengungkapkan, pola pergerakan masyarakat di Sulawesi Tenggara memiliki karakteristik berbeda dengan wilayah Jawa karena dipengaruhi kondisi geografis kepulauan.

Dengan jumlah penduduk sekitar ±2,8 juta jiwa, potensi masyarakat yang melakukan perjalanan selama Lebaran di Sultra diperkirakan mencapai 1,1 hingga 1,3 juta perjalanan. Mobilitas tersebut masih didominasi oleh penggunaan kendaraan pribadi.

“Sementara untuk angkutan umum terdistribusi melalui moda penyeberangan ASDP, kapal laut, angkutan darat AKAP dan AKDP, serta transportasi udara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama 18 hari masa operasional Posko Angkutan Lebaran, yakni mulai 13 hingga 30 Maret 2026, kapasitas sarana penyeberangan di Sulawesi Tenggara diperkirakan mampu melayani sebanyak 180.163 penumpang dengan kendaraan campuran sekitar 17.465 unit.

“Untuk kapasitas moda bus AKAP dan AKDP diperkirakan dapat melayani sebanyak 8.418 penumpang selama masa angkutan Lebaran,” tambahnya.

Husni menegaskan, aspek keselamatan transportasi menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran. Kementerian Perhubungan bersama seluruh operator transportasi melakukan pemeriksaan kelaikan armada atau ramp check secara intensif di berbagai simpul transportasi.

“Khusus untuk bus yang dinyatakan layak operasi akan diberikan label. Hal ini untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana transportasi memenuhi standar keselamatan sebelum melayani masyarakat,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Husni juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Polda Sultra yang turut menyelenggarakan program mudik gratis bagi masyarakat.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat, tetapi juga berpotensi menekan angka kecelakaan lalu lintas yang selama ini didominasi pengguna kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor.

“Program ini sejalan dengan harapan Kementerian Perhubungan agar masyarakat beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum yang lebih aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran yang aman dan lancar.

“Penguatan kolaborasi antar stakeholder dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran ini semata-mata untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami sangat mengapresiasi semua kegiatan yang dapat meringankan beban dan melindungi para pemudik di Sulawesi Tenggara,” kata Husni.

Untuk menjamin kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026, Kementerian Perhubungan juga terus memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, operator transportasi, serta aparat keamanan.

Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-5 dan H-3 Lebaran, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada H+3 dan H+5 Lebaran.

“Intinya, berbagai langkah antisipasi telah disiapkan sejak dini, mulai dari penguatan kapasitas armada, pengaturan lalu lintas, hingga kesiapan infrastruktur transportasi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang,” tutup Husni. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!