MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan sebanyak tujuh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi wilayah langganan banjir saat musim penghujan.
Tujuh daerah tersebut meliputi Kabupaten Konawe Utara, Konawe, Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Buton Utara, serta Kota Kendari.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sultra, Aris Yunatas, menyampaikan hal itu dalam rapat koordinasi lintas sektoral kesiapan Operasi Lilin Anoa 2025 dalam rangka pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Rabu (17/12/2025).
Aris menjelaskan, berdasarkan catatan bencana hidrometeorologi periode 2021–2025, banjir menjadi bencana yang paling dominan di Sultra. Dari total 90 kejadian bencana hidrometeorologi, sekitar 45 persen di antaranya merupakan banjir.
“Frekuensi kejadian banjir tertinggi terjadi pada bulan Maret dengan delapan kejadian,” ungkap Aris.
Ia menambahkan, secara umum sebagian besar wilayah Sultra saat ini telah memasuki musim hujan. Oleh karena itu, pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, khususnya banjir dan tanah longsor.
Menurut prakiraan BMKG, musim hujan di Sultra diprediksi akan berlangsung hingga Juni 2026. Sifat hujan secara umum berada pada kategori normal, dengan puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada April hingga Mei 2026 di sebagian besar wilayah.
Aris menjelaskan, sejumlah faktor regional seperti aktifnya gelombang ekuatorial, Madden-Julian Oscillation (MJO), serta pengaruh sistem tekanan rendah berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di Sultra.
“Pantauan radar cuaca dan citra satelit menunjukkan adanya peningkatan hujan di beberapa wilayah, terutama pada siang hingga sore hari dengan skala lokal dan durasi relatif singkat,” jelasnya.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi peningkatan curah hujan kategori menengah dengan sifat di atas normal yang perlu diwaspadai di hampir seluruh wilayah Sultra pada Januari 2026, kecuali Kabupaten Buton dan Wakatobi.
Sementara itu, dari sisi oseanografi, kondisi perairan Sultra pada Desember 2025 hingga Januari 2026 umumnya dipengaruhi angin dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 3–15 knot. Tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 0,3 hingga 1,25 meter atau dalam kategori rendah. (**)












