MEDIATAMASULTRA.COM, KONAWE UTARA – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara (Konut) menyalurkan bantuan pangan pemerintah kepada 8.447 warga di Kabupaten Konawe Utara.
Penyaluran tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, dan dipusatkan di Desa Lambuluo, Kecamatan Motui, Jumat (27/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah melalui Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang secara serentak meluncurkan penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Februari–Maret 2026.
Berdasarkan data, pada periode Februari hingga Maret 2026 terdapat sebanyak 8.447 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kabupaten Konawe Utara. Bantuan yang diberikan berupa beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng sebanyak 4 liter per penerima.
Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menstabilkan harga pangan di daerah.
Ia juga menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan, tetapi juga menyangkut keadilan dalam distribusi.
“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari di tengah fluktuasi harga pangan,” ujarnya.
Dikatakan, pemerintah akan terus berkomitmen mendukung ketahanan pangan guna menjaga stabilitas sosial ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe Utara.
Abuhaera juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses distribusi bantuan agar tepat sasaran.
“Pastikan bantuan ini tepat sasaran, distribusi dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta tidak ada penyimpangan,” tegasnya.
Sementara itu, Manajer Administrasi dan Keuangan Perum Bulog Kanwil Sultra, A. Nurhayati, menyampaikan bahwa peluncuran program dilakukan secara serentak pada pertengahan hingga akhir Maret 2026.
Menurutnya, program ini menyasar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari kelompok desil 1 hingga desil 4, termasuk penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
“Program ini merupakan bagian dari jaring pengaman sosial untuk menekan inflasi serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok,” jelasnya.
Ia menambahkan, Bulog berkomitmen memastikan distribusi berjalan tepat sasaran dengan kualitas pangan yang terjaga, serta menargetkan penyaluran selesai pada akhir Maret 2026. (red)












