;

Didampingi Gubernur ASR, Zulhas Serap Aspirasi Petani Konawe Selatan

MEDIATAMASULTRA.COM, KONAWE SELATAN – Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan (Zulhas), berdialog langsung dengan petani dalam kegiatan Rembuk Tani di Desa Pambulaa Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Rabu (7/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Zulhas didampingi Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR). Rembuk Tani menjadi forum untuk menyerap aspirasi petani sekaligus membahas berbagai kebijakan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Zulhas mengatakan, pemerintah terus memperkuat sektor pertanian melalui sejumlah kebijakan, mulai dari kepastian harga gabah, ketersediaan pupuk, mekanisasi pertanian hingga pengembangan bibit dan varietas unggul.

Menurutnya, peningkatan produktivitas pertanian harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani. Saat ini, kata Zulhas, Nilai Tukar Petani (NTP) berada di kisaran 131, sedangkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) sekitar 103.

“NTN juga terus kita dorong agar meningkat hingga 120,” kata Zulhas.

Di sektor tanaman pangan, pemerintah menjaga harga gabah di tingkat petani hingga Rp6.500 per kilogram. Pemerintah juga terus membenahi tata kelola dan distribusi pupuk agar lebih mudah diperoleh petani.

Selain itu, mekanisasi pertanian didorong melalui penggunaan alat dan mesin pertanian, termasuk mesin tanam dan panen. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas pertanian.

Pengembangan bibit dan varietas unggul juga terus dilakukan meskipun Indonesia telah mencapai swasembada beras. Riset dan inovasi pertanian diarahkan untuk mempertahankan produktivitas sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus berkembang.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah turut menyerahkan bantuan pupuk non-subsidi sebanyak 3 ton kepada kelompok tani Desa Pambulaa Jaya. Bantuan tersebut terdiri atas 1,5 ton Urea dan 1,5 ton NPK.

Pemerintah juga membuka dukungan terhadap kebutuhan infrastruktur pertanian, termasuk bantuan pompa air yang dapat diajukan melalui mekanisme permohonan. Percepatan pembangunan bendungan turut didorong untuk memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Tak hanya berfokus pada produksi beras, Zulhas menegaskan bahwa ketahanan pangan juga mencakup pemenuhan kebutuhan protein masyarakat.

“Pemerintah mendorong pengembangan budidaya perikanan di desa-desa dengan target mencapai 40.000 desa sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi Sultra terhadap berbagai upaya penguatan ketahanan pangan nasional.

Menurut ASR, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar kebijakan serta dukungan sektor pangan dapat menjangkau petani secara optimal dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

“Sinergi pemerintah pusat dan daerah penting untuk memastikan berbagai kebijakan dan dukungan sektor pangan dapat menjangkau petani serta menyesuaikan dengan kebutuhan daerah,” pungkasnya.

Rembuk Tani tersebut turut dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI Eko Hendro Purnomo, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sultra Muhammad Fadlansyah, Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo, Wakil Bupati Konawe Selatan Wahyu Ade Pratama, Bupati Konawe Yusran Akbar, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra Muhammad Taufik, jajaran Kemenko Pangan, PT Pupuk Indonesia, penyuluh pertanian, serta kelompok tani Desa Pambulaa Jaya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;