;

DKP Sultra Genjot PAD, Realisasi September Tembus Rp1,04 Miliar

Kepala DKP Sultra, Hj. Hikmawaty Amir, S.Pi., M.Si. (FOTO: FAYSAL/MS)
Kepala DKP Sultra, Hj. Hikmawaty Amir, S.Pi., M.Si. (FOTO: FAYSAL/MS)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor kelautan dan perikanan. Hingga September 2026, realisasi PAD yang dikelola instansi tersebut mencapai Rp1.044.904.672 atau sekitar Rp1,04 miliar.

Kepala DKP Sultra, Hj. Hikmawaty Amir, S.Pi., M.Si., mengatakan, target PAD yang dibebankan kepada instansinya pada 2026 sebesar Rp1.275.000.000. Pendapatan tersebut bersumber dari sejumlah sektor, di antaranya Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI), Balai Jasa Dok, serta retribusi penjualan produk hasil usaha berupa bibit dan benih.

“Sampai bulan September 2026 sudah mencapai Rp1.044.904.672. Diharapkan pada akhir Desember target tersebut dapat tercapai,” ungkap Hikmawaty usai menghadiri kegiatan penanaman mangrove Polda Sultra, Jumat (16/10/2026).

Salah satu sumber pendapatan yang mencatatkan realisasi menonjol adalah PPI Sodoha. Dari target PAD sebesar Rp250 juta sepanjang 2026, realisasi pendapatan pelabuhan tersebut hingga September mencapai Rp539.126.672 atau sekitar 216 persen dari target.

Dengan capaian tersebut, pendapatan PPI Sodoha telah melampaui target awal sebesar Rp289.126.672. Kinerja ini menunjukkan besarnya potensi sektor perikanan dalam mendukung peningkatan pendapatan daerah.

Hikmawaty menjelaskan, optimalisasi PAD dilakukan seiring dengan penyerahan pengelolaan sejumlah pelabuhan perikanan kepada pemerintah provinsi. Namun, proses penyerahan aset dan kewenangan di beberapa lokasi masih berlangsung karena terdapat kabupaten yang belum menuntaskan proses personel, pendanaan, sarana dan prasarana, serta dokumen atau P3D.

Selain mengoptimalkan pengelolaan pelabuhan, DKP Sultra juga melakukan peninjauan langsung untuk memastikan kondisi sarana dan prasarana pendukung aktivitas perikanan. Salah satunya melalui kunjungan ke PPI Mangolo sekitar dua pekan lalu, yang menemukan sejumlah fasilitas pelabuhan membutuhkan perhatian dan perbaikan.

Menurut Hikmawaty, beberapa bangunan dan fasilitas pelabuhan yang diserahkan kepada pemerintah provinsi memang telah mengalami kerusakan. Karena itu, DKP Sultra mulai melakukan pembenahan secara bertahap, termasuk melalui program perbaikan tahap pertama pada tahun ini.

Ia juga mengapresiasi perhatian Gubernur Sultra terhadap peningkatan infrastruktur perikanan, khususnya melalui revitalisasi PPI Sodoha. Pembenahan fasilitas pelabuhan tersebut dinilai turut mendukung peningkatan PAD, dengan realisasi pendapatan yang telah melampaui dua kali lipat dari target awal.

“Ini menunjukkan bahwa pemerintah konsen terhadap peningkatan sarana dan prasarana yang ada di pelabuhan guna mendukung meningkatnya PAD di Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.

DKP Sultra berharap optimalisasi pengelolaan pelabuhan dan perbaikan infrastruktur perikanan dapat terus meningkatkan produktivitas sektor kelautan dan perikanan. Dengan demikian, kontribusi sektor tersebut terhadap pendapatan daerah diharapkan semakin meningkat hingga akhir 2026. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;