MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Pusat merencanakan pembangunan empat Sekolah Rakyat di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada tahun 2026. Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui sistem pendidikan berasrama gratis.
Sekolah Rakyat merupakan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan melalui penguatan sektor pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program ini sekaligus menjadi implementasi Asta Cita ke-4 yang menekankan pemerataan pendidikan berkualitas bagi kelompok rentan dan marginal, di bawah koordinasi Kementerian Sosial (Kemensos).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Sultra, Wawan Arianto, mengungkapkan bahwa dari empat Sekolah Rakyat yang direncanakan dibangun di Sultra, dua di antaranya merupakan usulan Pemerintah Provinsi Sultra. Kedua lokasi tersebut berada di Desa Angondara, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan, serta di Desa Lalosabila, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe.
“Kedua lokasi usulan Pemprov Sultra telah melalui proses pematangan lahan dan direncanakan mulai dibangun pada triwulan pertama tahun 2026,” ujar Wawan saat ditemui di Kantor Gubernur Sultra, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat di Desa Lalosabila akan dibangun di atas lahan seluas 10 hektare, sementara di Desa Angondara memiliki luas sekitar 5,9 hektare. Selain dua lokasi tersebut, satu Sekolah Rakyat merupakan usulan Pemerintah Kabupaten Buton Tengah yang berlokasi di Desa Balo Bone, Kecamatan Mawasangka. Sementara satu lokasi lainnya merupakan usulan Pemerintah Kota Kendari yang direncanakan dibangun di Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Abeli Dalam.
“Untuk usulan dari Kabupaten Buton Tengah dan Kota Kendari, seluruh proses tender pembangunan telah selesai,” tambahnya.
Wawan juga mengungkapkan, saat ini Sekolah Rakyat yang berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Provinsi Sultra telah beroperasi dengan nama Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 70 Kendari untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Jumlah peserta didik tercatat sebanyak 50 siswa SD dan 47 siswa SMA, dengan dukungan 16 tenaga pengajar.
Proses belajar mengajar sementara dilaksanakan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kendari, Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari.
Untuk mendukung rencana pembangunan Sekolah Rakyat tersebut, Pemerintah Provinsi Sultra telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 miliar yang diperuntukkan khusus bagi pematangan lahan di tiga lokasi pembangunan. (sal)












