MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), menegaskan pentingnya seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk bekerja secara ikhlas, disiplin, loyal, serta menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat memimpin apel gabungan di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Senin (29/6/2026).
Dalam arahannya, Gubernur mengingatkan agar ASN tidak hanya menuntut hak, tetapi juga senantiasa mengevaluasi sejauh mana kewajiban telah dijalankan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.
“Jangan hanya menuntut hak. Lihat kembali sejauh mana kewajiban yang telah kita tunaikan. Evaluasi apa yang sudah kita kerjakan,” tegasnya.
Menurut Gubernur, integritas tidak hadir dengan sendirinya, melainkan dibangun melalui kesungguhan dalam menghadapi berbagai tantangan pekerjaan serta komitmen untuk menyelesaikan setiap tanggung jawab. ASN yang berintegritas, kata dia, akan bekerja dengan penuh kesadaran karena gaji, tunjangan, dan berbagai fasilitas yang diterima merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Selain integritas, Gubernur juga menekankan pentingnya disiplin, baik dalam memanfaatkan waktu kerja maupun dalam menyelesaikan tugas. Ia menegaskan bahwa hasil kerja setiap ASN harus terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
“Masuk kerja harus benar-benar bekerja. Hasil pekerjaan hari ini harus lebih baik dari kemarin,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur menyoroti perlunya peningkatan disiplin dalam pengelolaan anggaran. Memasuki triwulan ketiga, ia meminta seluruh perangkat daerah untuk mempercepat penyelesaian kontrak kegiatan serta mengoptimalkan penyerapan anggaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, memiliki peran strategis dalam memperlancar distribusi barang, meningkatkan aktivitas ekonomi desa, serta mendukung pengendalian inflasi daerah.
Sebagai strategi pembangunan, Gubernur mendorong agar program pemerintah difokuskan secara terpadu pada satu desa di setiap kecamatan. Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan hasil pembangunan yang nyata di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, sehingga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (red)












