BerandaDaerah

Gubernur Sultra Lepas Ekspor Langsung 46 Kontainer Feronikel ke China dari Kendari New Port

×

Gubernur Sultra Lepas Ekspor Langsung 46 Kontainer Feronikel ke China dari Kendari New Port

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, resmi melaunching sekaligus melepas ekspor langsung (direct export) 46 kontainer feronikel tujuan Lianyunggang, China bertempat di Pelindo Regional IV Kendari New Port. (FOTO: FAYSAL/MS)
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, resmi melaunching sekaligus melepas ekspor langsung (direct export) 46 kontainer feronikel tujuan Lianyunggang, China bertempat di Pelindo Regional IV Kendari New Port. (FOTO: FAYSAL/MS)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, resmi melaunching sekaligus melepas ekspor langsung (direct export) 46 kontainer feronikel tujuan Lianyunggang, China. Kegiatan tersebut berlangsung di Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional IV Kendari New Port, Rabu (28/1/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki potensi sumber daya mineral yang sangat besar dan harus dikelola secara bijak, berkelanjutan, serta memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Potensi ini harus kita kelola dengan baik. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara secara konsisten mendorong hilirisasi nikel di daerah ini agar sumber daya yang kita miliki tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi melalui proses industri yang memberikan nilai tambah ekonomi, transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengiriman ekspor langsung dari Kendari New Port ke China merupakan langkah awal yang dinilai cukup maju dalam mendorong penguatan jalur ekspor daerah. Saat ini, ekspor feronikel melalui pelabuhan tersebut masih dilakukan oleh PT Ceria.

Gubernur berharap ke depan perusahaan penghasil feronikel lainnya seperti PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), PT Obsidian Stainless Steel (OSS), hingga PT Antam juga dapat memanfaatkan Kendari New Port sebagai jalur ekspor.

“Kami berharap perusahaan-perusahaan lain juga memanfaatkan pelabuhan ini. Jika mereka ekspor melalui sini, tentu akan ada nilai tambah bagi daerah. Kami terus berkoordinasi dan mengimbau agar fasilitas ini dimanfaatkan secara optimal,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, Sukanto Toding, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mendorong peningkatan produktivitas potensi ekspor Sulawesi Tenggara sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah.

Ia menyebutkan, total volume ekspor feronikel kali ini mencapai 1.015 ton dengan nilai transaksi Rp49,27 miliar atau setara USD 2,946 juta menggunakan 46 kontainer.

Lebih lanjut, Sukanto mengungkapkan kinerja ekspor Sulawesi Tenggara sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai USD 3,6 miliar atau sekitar Rp59,75 triliun. Angka ini meningkat 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Namun, capaian ekspor tersebut masih didominasi sektor pertambangan sebesar 98 persen, sementara komoditas non-pertambangan baru sekitar 2 persen,” tutupnya. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!