Sultra Tembus Pasar Tiongkok, 15 Ton Ubur-Ubur Diekspor dari Baubau Senilai Rp300 Juta

MEDIATAMASULTRA.COM, BAUBAU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) resmi melepas ekspor 15 ton ubur-ubur senilai Rp300 juta ke pasar Tiongkok melalui Pelabuhan Murhum, Kota Baubau, Rabu (28/1/2025). Ekspor tersebut merupakan hasil kerja sama PT Triko Bina Nusantara bersama Pemprov Sultra, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan terkait.

Wakil Gubernur Sultra, Hugua, mengatakan keberhasilan ekspor perdana ini merupakan hasil dari proses panjang, yang berangkat dari kesadaran akan pentingnya nilai ekspor terhadap peningkatan dana transfer daerah dari pemerintah pusat.

“Selama ini komoditas kita diekspor, tetapi pencatatan dan rilisnya justru dilakukan di daerah lain. Ke depan, ekspor harus dilepas dan dicatat dari Sulawesi Tenggara,” ujar Hugua.

Ia menjelaskan, ubur-ubur yang diekspor berasal dari wilayah Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan (Busel), yang dikenal sebagai penghasil ubur-ubur berkualitas tinggi. Selain itu, Pulau Kabaena juga disebut memiliki potensi serupa.
“Sulawesi Tenggara bisa menjadi ikon ubur-ubur dunia. Potensi ini luar biasa dan harus dijaga kualitasnya,” tambahnya.

Hugua juga mendorong masyarakat serta pelaku usaha untuk terus meningkatkan mutu produk, baik di sektor perikanan maupun pertanian. Menurutnya, komoditas daerah tidak hanya harus dipasarkan secara lokal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Sementara itu, Direktur PT Triko Bina Nusantara, Anton, menjelaskan proses pengiriman ubur-ubur ke Tiongkok membutuhkan waktu sekitar 20 hari. Produk dikemas dalam bentuk setengah asin guna menjaga kualitas selama distribusi.

Ia menyebutkan, satu kontainer memuat 15 ton ubur-ubur dengan nilai sekitar Rp300 juta. Awalnya, pengiriman tahap pertama direncanakan sebanyak empat kontainer, namun karena kendala teknis, baru satu kontainer yang dapat diberangkatkan.

“Kami berharap pelepasan ekspor perdana ini menjadi pemicu bagi pelaku usaha lain di Sultra untuk mengembangkan ekspor komoditas non-tambang,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!