MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menyiapkan sejumlah langkah konkret untuk mencegah tawuran antarpelajar dengan mengedepankan kegiatan berbasis kebersamaan bagi siswa SMA dan SMK di Kota Kendari.
Langkah ini diambil menyusul maraknya aksi tawuran di kalangan pelajar, yang puncaknya menyebabkan seorang siswa SMAN 12 Kendari berinisial ANR mengalami kondisi kritis.
Menurut Gubernur, akar persoalan dari tawuran pelajar adalah adanya permusuhan permanen antar sekolah, yang selama ini dibiarkan tanpa penanganan serius.
“Kita harus cari solusi. Sudah tidak boleh lagi ada tawuran. Permusuhan permanen ini harus kita hilangkan dengan kegiatan yang menyatukan,” tegas Andi Sumangerukka saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sultra usai memberikan apel kepada siswa SMAN 12 Kendari.
Sebagai langkah awal, Pemprov Sultra akan memfasilitasi marching band gabungan yang terdiri dari siswa SMA dan SMK di Kendari. Selain itu, akan disediakan fasilitas band sekolah lintas siswa, yang hanya dapat diikuti oleh pelajar dari berbagai sekolah berbeda, sebagai wadah penyaluran kreativitas.
Kegiatan Jumat Berkah yang selama ini rutin dilaksanakan Pemprov Sultra juga akan dikembangkan dengan melibatkan perwakilan pelajar dari seluruh sekolah, sebagai upaya memperkuat nilai kebersamaan.
Purnawirawan TNI ini menyebut, seluruh program tersebut merupakan bagian dari solusi jangka pendek untuk membangun rasa solidaritas di kalangan pelajar sekaligus mengikis potensi konflik.
Selain menyiapkan berbagai kegiatan positif, pengawasan terhadap perilaku siswa juga akan diperkuat. Pemprov Sultra akan membentuk patroli gabungan yang melibatkan guru, Satpol PP, TNI, dan Polri untuk melakukan pemantauan setiap hari di titik-titik rawan.
“Kalau ada yang membolos, saya akan panggil gurunya dan tanyakan apa masalahnya,” ujarnya.
Sebagai bagian dari pencegahan lebih lanjut, Pemprov Sultra juga akan mendata siswa bermasalah dan menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menggelar razia di sekolah-sekolah, guna memastikan tidak ada penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan.
“Kalau ditemukan, siswa yang nakal akan dibina. Metode pembinaannya sedang kita rumuskan. Bahkan ada permintaan agar mereka dimasukkan di barak TNI. Nanti kita lihat apakah itu efektif atau tidak,” jelasnya.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih kondusif, aman, dan inklusif, serta menumbuhkan semangat persaudaraan antar pelajar di Kota Kendari. (sal)












