;

Pemkot Kendari Optimalkan 400 Kios Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf. (FOTO: FAYSAL/MS)
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf. (FOTO: FAYSAL/MS)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan mengoptimalkan 400 kios pangan yang tersebar di wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Langkah ini dilakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga ketersediaan pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengatakan, keberadaan kios pangan menjadi salah satu inovasi pemerintah daerah dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.

Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 215 kios pangan yang dibina Pemkot Kendari. Selain itu, terdapat hampir 200 mitra binaan Perum Bulog, termasuk Rumah Pangan Kita (RPK), toko modern, dan kios pangan lainnya.

“Alhamdulillah, untuk kios pangan di Kota Kendari kurang lebih 215. Kemudian, binaan Bulog juga hampir 200. Jadi, totalnya 400 kios pangan yang ada di Kota Kendari, termasuk RPK, toko modern, dan kios pangan,” ujar Abdul Rauf saat diwawancarai awak media usai pembukaan gerakan pangan murah (GPM), Kamis (22/10/2026).

Ia menjelaskan, pembinaan terhadap para pengelola kios dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi dan komunikasi, salah satunya menggunakan grup WhatsApp.

Selain itu, pembinaan juga melibatkan berbagai lembaga, termasuk Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bursa Efek, yang memberikan pendampingan terkait pengelolaan usaha dan aspek keuangan.

Abdul Rauf menambahkan, keberadaan kios pangan dan RPK turut didukung modal awal yang dimiliki para mitra. Dengan demikian, pemerintah dapat berfokus pada pembinaan agar usaha tersebut terus berjalan dan mampu mendukung distribusi kebutuhan pokok kepada masyarakat.

Sementara itu, Manajer Pemasaran Perum Bulog Sulawesi Tenggara, Aan Fahri, mengatakan, ketersediaan sejumlah komoditas pangan, khususnya beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng Minyakita, masih mencukupi untuk didistribusikan melalui kios pangan.

Menurut Aan, Bulog terus menjaga ketersediaan stok agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi bahan pokok berjalan lancar.

Bulog juga secara rutin melakukan pengawasan terhadap mitra penyaluran pangan guna memastikan penjualan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Apabila ditemukan penjualan dengan harga yang tidak sesuai ketentuan, kami akan menindaklanjuti melalui teguran hingga pemutusan kemitraan jika pelanggaran terus berulang,” tegasnya.

Melalui optimalisasi kios pangan dan pengawasan distribusi, Pemkot Kendari bersama Bulog berupaya menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok, sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan di Kota Kendari. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;