MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Program Studi S1 Kewirausahaan, Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis, Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Mekar, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Desa Binaan Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis serta mendapat dukungan hibah pengabdian kepada masyarakat dari Yayasan Mandala Waluya.
Pengabdian tersebut berfokus pada penguatan kapasitas ekonomi masyarakat pesisir melalui peningkatan literasi keuangan digital bagi keluarga nelayan dan pendampingan strategi pemasaran digital berbasis syariah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program ini mengangkat dua topik utama, yakni Implementasi Literasi Keuangan Berbasis Teknologi Digital dalam Penguatan Pengelolaan Keuangan Keluarga Nelayan Desa Mekar Kecamatan Soropiaserta Pendampingan Strategi Digital Marketing Berbasis Syariah pada Pelaku UMKM Desa Mekar Kecamatan Soropia.
Kedua kegiatan tersebut menjadi bentuk penerapan ilmu pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, program ini merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Perkuat Literasi Keuangan Digital Keluarga Nelayan
Pada kegiatan pertama, tim pengabdian yang diketuai Indri Setyawati, SM., M.Sc., bersama anggota Yuliana Muslimin, SE., M.Si., La Arlan, dan Gede Wisnu Adi Saputra memberikan edukasi serta pendampingan mengenai literasi keuangan berbasis teknologi digital kepada keluarga nelayan di Desa Mekar.
Materi yang diberikan mencakup perencanaan keuangan keluarga, pencatatan pendapatan dan pengeluaran, pengelolaan kebutuhan rumah tangga, serta penyusunan prioritas penggunaan pendapatan.
Penguatan literasi keuangan dinilai penting mengingat pendapatan keluarga nelayan cenderung berubah mengikuti musim, kondisi cuaca, hasil tangkapan, dan harga jual ikan. Kondisi tersebut menuntut kemampuan mengelola keuangan secara cermat agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.
Melalui kegiatan ini, keluarga nelayan didorong untuk memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, mengalokasikan pendapatan secara proporsional, menyiapkan dana darurat, serta merencanakan tabungan untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan masa depan.
Masyarakat juga diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pendukung pengelolaan keuangan keluarga. Penggunaannya dapat dilakukan melalui aplikasi pencatatan keuangan, fitur pencatatan transaksi pada telepon pintar, maupun lembar kerja digital sederhana yang mudah digunakan.
Pendampingan turut menekankan pentingnya pemisahan pencatatan keuangan rumah tangga dan keuangan usaha, terutama bagi keluarga nelayan yang memiliki usaha sampingan. Dengan pemisahan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengetahui kondisi keuangan secara lebih jelas, menilai kemampuan menabung, dan mengidentifikasi pengeluaran yang dapat dikendalikan.
Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, keluarga nelayan diharapkan mampu menerapkan pengetahuan literasi keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan teknologi digital pun diharapkan membantu membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih tertib, transparan, dan berkelanjutan.
Dampingi UMKM Terapkan Digital Marketing Berbasis Syariah
Kegiatan kedua berfokus pada pendampingan strategi pemasaran digital berbasis syariah bagi pelaku UMKM di Desa Mekar. Tim pengabdian ini diketuai Mirad, SE., M.Si., dengan anggota Ahsan Qasas, S.E., M.E.K.
Pendampingan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku usaha dalam memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan produk, memperluas jangkauan konsumen, serta membangun kepercayaan pelanggan.
Pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan media sosial dan aplikasi komunikasi digital sebagai sarana promosi. Materi pendampingan meliputi pengenalan pemasaran digital, penentuan sasaran konsumen, penyusunan pesan promosi, pengambilan foto produk, pembuatan konten sederhana, pencantuman informasi harga, hingga komunikasi dengan calon pembeli.
Selain aspek teknis pemasaran, kegiatan ini menekankan penerapan prinsip syariah dalam aktivitas promosi dan transaksi digital.
Prinsip tersebut meliputi kejujuran dalam menyampaikan informasi produk, keterbukaan mengenai harga dan kualitas, kejelasan transaksi, penggunaan materi promosi yang tidak menyesatkan, serta pemenuhan kesepakatan antara penjual dan pembeli.
Pelaku UMKM juga didorong membangun hubungan yang baik dengan konsumen melalui pelayanan yang ramah, respons yang sopan, dan komitmen terhadap kualitas produk.
Praktik pemasaran yang menghindari penipuan, manipulasi informasi, dan klaim berlebihan menjadi bagian penting dalam membangun reputasi usaha yang profesional dan bertanggung jawab.
Melalui pendampingan ini, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya terampil menggunakan media digital, tetapi juga mampu menjalankan usaha dengan mengedepankan nilai kejujuran, keadilan, dan kepercayaan dalam setiap transaksi.
Integrasi strategi pemasaran digital dengan prinsip syariah diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperluas pasar sekaligus menjaga etika dalam menjalankan kegiatan bisnis.
Sinergi Pengelolaan Keuangan dan Pemasaran Digital
Pelaksanaan kedua kegiatan pengabdian tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan yang saling melengkapi dalam memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Literasi keuangan digital membantu keluarga nelayan memahami dan mengendalikan arus keuangan rumah tangga. Sementara itu, pemasaran digital berbasis syariah memberikan dukungan kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan kemampuan promosi, memperluas jangkauan pasar, dan membangun hubungan yang baik dengan konsumen.
Kedua pendekatan ini relevan dalam mendukung pengembangan Desa Mekar sebagai desa binaan Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis Universitas Mandala Waluya.
Peningkatan keterampilan dalam mengelola keuangan dan memasarkan produk diharapkan membantu masyarakat memanfaatkan peluang ekonomi secara lebih terencana, adaptif, dan bertanggung jawab.
Melalui program tersebut, Program Studi S1 Kewirausahaan berupaya mengimplementasikan kompetensi di bidang kewirausahaan, manajemen keuangan, dan pemasaran digital melalui kegiatan yang aplikatif serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dukungan hibah dari Yayasan Mandala Waluya menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan pengabdian yang berorientasi pada penerapan ilmu pengetahuan dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Keberlanjutan program Desa Binaan juga memerlukan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, keluarga nelayan, pelaku UMKM, dan berbagai unsur masyarakat lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan kapasitas masyarakat secara bertahap sekaligus membuka peluang pengembangan program pemberdayaan berikutnya.
UMW Kendari Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
Program pengabdian kepada masyarakat di Desa Mekar menjadi bagian dari komitmen Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis Universitas Mandala Waluya dalam menghadirkan kegiatan akademik yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui Program Studi S1 Kewirausahaan, kegiatan ini menghubungkan kompetensi akademik dengan kebutuhan keluarga nelayan dan pelaku UMKM, khususnya dalam pengelolaan keuangan rumah tangga serta pengembangan pemasaran usaha berbasis digital.
Pelaksanaan kegiatan pada Jumat, 14 Agustus 2026, dengan dukungan hibah pengabdian kepada masyarakat dari Yayasan Mandala Waluya, diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat pesisir.
Penerapan literasi keuangan berbasis teknologi digital dan pendampingan pemasaran digital berbasis syariah diharapkan dapat mendorong pengelolaan keuangan yang lebih baik serta praktik pemasaran usaha yang profesional dan beretika.
Ke depan, program Desa Binaan diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan melalui pendampingan lanjutan, penguatan keterampilan digital masyarakat, serta evaluasi penerapan pengetahuan dalam pengelolaan keuangan dan pemasaran usaha.
Dengan pendekatan tersebut, Desa Mekar diharapkan menjadi ruang pembelajaran kolaboratif antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan kewirausahaan yang adaptif, inklusif, serta berorientasi pada keberlanjutan ekonomi lokal. (rls/red)












