MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Onassis Yusuf Dilla, siswa kelas XII.O, berhasil meraih tiga prestasi dalam kompetisi sains bidang biologi yang digelar sepanjang Oktober 2026.
Tiga prestasi tersebut masing-masing Juara 2 Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara bidang Biologi pada Selasa (6/10/2026) di MTsN 1 Kendari, Juara 2 S3BIOL atau Serba-Serbi Sains Biologi yang diselenggarakan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Halu Oleo (UHO) pada Rabu (7/10/2026), serta Juara 1 Olimpiade Sains Biologi dalam ajang O2ASER yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) pada Jumat (9/10/2026).
Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi Onassis dalam mengembangkan kemampuan akademik, khususnya di bidang biologi, melalui pembinaan rutin di sekolah dan belajar mandiri.
Kepala SMAN 4 Kendari, Yakob Simson Barthimeus, mengatakan prestasi Onassis merupakan bagian dari peningkatan capaian siswa sekolah tersebut dalam berbagai kompetisi.
“Dalam beberapa bulan terakhir ini, anak-anak kita sangat membanggakan,” ujarnya.
Menurut Yakob, berbagai capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif siswa dalam mengoptimalkan potensi dan kompetensi yang dimiliki.
Ia menegaskan, pihak sekolah terus memberikan dukungan melalui kebijakan yang membuka ruang bagi siswa untuk mengikuti berbagai kompetisi. Dukungan tersebut mencakup kesempatan mengikuti pembinaan, peningkatan kompetensi, hingga bantuan pembiayaan sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku.
“Sekolah kita ini diharapkan betul-betul menjadi tempat bagi anak-anak yang memiliki segudang prestasi dan menjadi tempat mereka mengoptimalkan keunggulan masing-masing. Sekolah ini diberikan kepercayaan dan tanggung jawab oleh Bapak Gubernur sebagai sekolah unggul,” jelasnya.
Yakob menambahkan, sejumlah siswa saat ini juga tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi lain, termasuk kegiatan berskala provinsi dan nasional. Pihaknya berharap prestasi yang telah diraih dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pencapaian.
Sementara itu, Onassis Yusuf Dilla mengaku bersyukur atas tiga prestasi yang berhasil diraihnya dalam waktu berdekatan. Ia menyebut keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pembinaan guru serta dukungan keluarga.
“Alhamdulillah, pada minggu lalu saya berhasil menjuarai tiga lomba sekaligus. Pertama, OMI tingkat provinsi cabang Biologi meraih juara dua. Kedua, S3BIOL yang diselenggarakan FMIPA UHO, saya juga berhasil mendapatkan juara. Ketiga, O2ASER, saya berhasil mendapatkan juara satu pada cabang Olimpiade Sains Biologi,” kata Onassis.
Ia menjelaskan, persiapan menghadapi kompetisi dilakukan melalui pembinaan rutin setiap pekan di sekolah. Selain itu, ia juga meluangkan waktu untuk belajar secara mandiri, baik di rumah maupun di sekolah.
Onassis mengaku bimbingan guru sangat membantu dalam memahami materi dan mempersiapkan diri menghadapi soal-soal olimpiade.
“Alhamdulillah, saya mengikuti pembinaan setiap minggu dan merasa sangat terbantu atas bimbingan yang selama ini dilakukan oleh guru. Proses belajar saya juga tidak hanya terbatas pada pembinaan, tetapi saya aktif belajar mandiri, baik di rumah maupun di sekolah,” ungkapnya.
Dukungan orang tua, lanjutnya, juga menjadi sumber motivasi penting. Meski tidak secara langsung mengajarkan materi biologi, doa dan semangat yang diberikan keluarga membuatnya semakin percaya diri.
Dalam menghadapi perlombaan, Onassis mengakui rasa takut dan gugup terkadang muncul. Namun, ia berusaha mengatasi hal tersebut dengan tetap fokus mengerjakan soal dan memberikan kemampuan terbaik.
“Jangan pedulikan siapa lawan kita. Intinya fokus saja pada apa yang bisa kita berikan dan tunjukkan yang terbaik,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Guru Pembina Biologi SMAN 4 Kendari, Hasrif, menjelaskan bahwa pembinaan olimpiade sains bidang biologi dilaksanakan secara rutin setiap Sabtu di luar jam pembelajaran sekolah.
Pembinaan tersebut bertujuan membantu siswa memahami materi yang berkaitan dengan kompetisi. Program ini telah diikuti Onassis sejak duduk di kelas X SMA.
“Onassis ini konsisten mengikuti pembinaan sejak kelas X. Alhamdulillah, hasilnya sudah terbukti dengan prestasi yang diraih selama ini,” jelas Hasrif.
Menurutnya, Onassis memiliki karakter yang fokus dan tenang ketika menghadapi perlombaan. Sikap tersebut dinilai membantu siswa dalam menyelesaikan soal-soal olimpiade.
Hasrif menambahkan, selain Onassis, terdapat siswa lain yang juga menunjukkan prestasi di bidang biologi, yakni Andi Tendri Ajeng. Siswa tersebut berhasil meraih medali perunggu dalam ajang International Applied Biology Olympiad di Bali.
Ia menjelaskan, penentuan siswa yang mewakili sekolah dalam kompetisi dilakukan melalui proses seleksi dan evaluasi rutin setiap bulan. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar bagi guru pembina untuk menentukan siswa yang dinilai siap mengikuti perlombaan.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, SMAN 4 Kendari berharap semakin banyak siswa mampu mengembangkan potensi akademik dan mengharumkan nama sekolah serta Sulawesi Tenggara melalui berbagai kompetisi. (sal)












