MEDIATAMASULTRA.COM, KONSEL – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) secara resmi membuka kembali jalan hauling PT Ifishdeco Tbk yang berada di Desa Wadonggo, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Jumat (9/5/2025). Pembukaan ini dilakukan setelah perusahaan tambang tersebut dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan dan regulasi yang berlaku, menyusul penutupan jalan pada 14 Maret 2025 lalu.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Sultra menyampaikan bahwa pembukaan kembali jalan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap komitmen dan kepatuhan PT Ifishdeco Tbk terhadap peraturan pemerintah.
“Sudah hampir dua bulan sejak penutupan dilakukan. Hari ini, 9 Mei 2025, kami mencabut blokade karena secara teknis semua persyaratan telah dipenuhi. Jalan sudah diperbaiki sesuai standar, dan PT Ifishdeco Tbk telah menunjukkan itikad baik serta kontribusinya terhadap pembangunan daerah,” terang Pahri saat diwawancarai awak media.
Ia menambahkan, meskipun jalan yang digunakan relatif sempit, hanya sekitar 20 meter, PT Ifishdeco Tbk tetap menunjukkan tanggung jawab tinggi dengan menghentikan aktivitas sementara demi memenuhi ketentuan yang ada.
“Ini adalah contoh perusahaan yang patuh dan memiliki komitmen membangun bersama daerah,” tambahnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Muhammad Rajulan, menyatakan bahwa seluruh kewajiban PT Ifishdeco Tbk telah dituntaskan, termasuk pajak dan retribusi daerah.
“Semua sudah dipenuhi. Maka sesuai komitmen bersama, hari ini kami buka kembali akses jalan hauling dan aktivitas operasional dapat berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Direktur Operasional PT Ifishdeco Tbk, Agus Prasetyo, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemprov Sultra atas kepercayaan yang diberikan kepada perusahaannya untuk kembali beroperasi.
“Kami bersyukur dan berterima kasih karena telah diberikan izin beroperasi kembali. Ini membuktikan bahwa kami patuh terhadap aturan dan serius dalam menjalankan komitmen sebagai perusahaan yang taat hukum,” ujar Agus.
Ia juga menegaskan bahwa pengalaman ini menjadi pelajaran penting bagi manajemen untuk terus memperbaiki sistem dan meningkatkan kepatuhan terhadap seluruh regulasi pemerintah, baik pusat maupun daerah.
“Tambang itu ada umurnya. Setelah itu, apa yang kita tinggalkan? Maka penting untuk punya visi berkelanjutan. Komitmen kami jelas, mendukung aturan dan membangun masa depan yang berkelanjutan untuk masyarakat,” pungkasnya.
Selain itu, pihaknya mendukung penuh kebijakan dan program Gubernur Sultra dalam rangka optimalisasi pendapatan pajak dan restribusi daerah dari sektor pertambangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sultra.
“Kami juga mengucapkan terima kasih karena dengan adanya kejadian ini membuat kami lebih ketat dalam melakukan monitoring dan pengawasan terhadap kinerja mitra bisnis kami agar selalu patuh dan tunduk terhadap semua regulasi yang berlaku,” tutupnya. (**)












