MEDIATAMASULTRA.COM, JAKARTA – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, melakukan kunjungan ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Kelurahan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari secara langsung sistem pengelolaan sampah berbasis kawasan yang diterapkan di TPS 3R Rawasari, sekaligus menjadi referensi bagi Pemerintah Kota Kendari dalam memperkuat pengelolaan sampah di daerah.
TPS 3R Rawasari merupakan fasilitas pengelolaan sampah dengan cakupan pelayanan skala kecamatan. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan sekitar 25 ton sampah per hari dengan menerapkan sistem pengolahan secara terpadu.
Sistem tersebut mengintegrasikan proses pemilahan sampah, pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot atau Black Soldier Fly (BSF), serta pengolahan sampah residu yang memiliki nilai kalor menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).
Dalam prosesnya, sampah yang masuk terlebih dahulu dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah organik kemudian dimanfaatkan sebagai bahan dalam budidaya maggot, sedangkan sampah yang memiliki nilai kalor diolah menjadi RDF melalui tahapan pencacahan dan pengeringan.
Produk RDF yang dihasilkan selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan industri. Sistem tersebut sekaligus diarahkan untuk mengurangi volume sampah yang harus dibawa ke tempat pemrosesan akhir.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Siska melihat secara langsung pola pengelolaan sampah, teknologi yang digunakan, sistem operasional, hingga pemanfaatan hasil pengolahan sampah di TPS 3R Rawasari.
Model pengelolaan tersebut menjadi salah satu referensi bagi Pemkot Kendari dalam mendorong pengelolaan sampah skala kecamatan yang lebih terpadu dan berkelanjutan, dengan tetap menyesuaikan kondisi serta karakteristik wilayah Kota Kendari.
Melalui penguatan pengelolaan sampah mulai dari sumber hingga proses pengolahan, Pemkot Kendari mendorong perubahan pendekatan dalam melihat sampah. Tidak hanya sebagai persoalan lingkungan, sampah juga dapat dikelola menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan masukan bagi Pemkot Kendari dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, terintegrasi, serta mampu mengurangi beban sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir. (red)












