BerandaDaerah

Gubernur Andi Sumangerukka Kembalikan Kejayaan Kakao di Sultra Lewat Program PAKAR

×

Gubernur Andi Sumangerukka Kembalikan Kejayaan Kakao di Sultra Lewat Program PAKAR

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka. (Dok. istimewa)
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka. (Dok. istimewa)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, terus menunjukkan komitmennya dalam membangkitkan kembali kejayaan kakao di Sultra. Melalui Program Pengembangan Perkebunan Kakao Rakyat (PAKAR), Sultra bergerak cepat untuk meremajakan tanaman kakao dan memperkuat peran daerah sebagai salah satu sentra produksi kakao terbesar di Indonesia.

Langkah strategis ini ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) Program PAKAR oleh Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sultra di Kendari. Rakor ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah-langkah percepatan peremajaan tanaman kakao antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha tani kakao.

Rakor tersebut dihadiri oleh sejumlah pihak penting dari kementerian dan lembaga terkait, seperti Divisi Penyaluran Dana Perkebunan Kakao Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Tanaman Semusim dan Tahunan, Direktorat Perbenihan Perkebunan, serta Direktorat Hilirisasi Hasil Perkebunan dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI.

Selain itu, turut hadir pula Kepala Dinas Perkebunan dari tujuh kabupaten sentra kakao, yakni Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Selatan, dan Bombana, serta perwakilan kelompok tani dari masing-masing daerah tersebut.

Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Dr. L.M. Rusdin Jaya, M.Si., menyampaikan bahwa program PAKAR merupakan bentuk konkret dari salah satu Tri Cita Pemerintah Provinsi Sultra dibawah kepemimpinan Bapak Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, yaitu menumbuhkan perekonomian melalui konektivitas dan penguatan potensi pertanian secara luas, termasuk sektor maritim dan dunia usaha. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan Sultra yang maju, aman, sejahtera, dan religius.

“Program ini menjadi sangat penting mengingat banyaknya tantangan yang dihadapi para petani kakao saat ini, mulai dari usia tanaman yang sudah tua, serangan hama, hingga alih fungsi lahan,” ujar Rusdin, Kamis (11/9/2025).

Melalui program peremajaan ini, diharapkan produktivitas dan mutu kakao dapat meningkat secara signifikan, yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Sebagai provinsi penghasil kakao terbesar kedua di Indonesia, keberhasilan program ini dinilai sangat strategis bagi ketahanan dan kemajuan industri kakao nasional.

Rakor ini juga diharapkan menjadi langkah awal percepatan hilirisasi kakao di Sultra, dengan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan petani. Dengan dukungan semua pihak, Gubernur Andi Sumangerukka optimistis bahwa kejayaan kakao di Sultra dapat kembali diraih dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah maupun nasional. (sal)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!