MEDIATAMASULTRA.COM, KONAWE – Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari berhasil mengevakuasi enam orang awak kapal (ABK) yang menjadi korban kecelakaan kapal penampung ikan di sekitar Perairan Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Senin (15/6/2026) malam.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 20.40 Wita dari Herman, keluarga korban. Dalam laporan itu disebutkan sebuah kapal penampung ikan yang mengangkut enam orang menabrak karang hingga mengalami kebocoran.
“Setelah menerima informasi, pada pukul 21.00 Wita Tim Rescue KPP Kendari bersama kru KN SAR Pacitan diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk memberikan bantuan SAR,” ujar Amiruddin.
Lokasi kejadian diketahui berada sekitar 9 nautical mile (NM) dari Dermaga Basarnas Kendari.
Berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca saat operasi berlangsung terpantau cerah dengan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,25 meter. Kecepatan angin mencapai 12,5 kilometer per jam yang bertiup dari arah timur laut.
Tim SAR akhirnya menemukan kapal beserta seluruh penumpangnya pada pukul 21.29 Wita atau sekitar 97 meter dari lokasi yang dilaporkan. Seluruh korban ditemukan dalam keadaan selamat.
“Selanjutnya seluruh korban dievakuasi ke Dermaga Penyeberangan Bokori di Kecamatan Soropia dan diserahterimakan kepada pihak keluarga,” katanya.
Dengan berhasil dievakuasinya seluruh penumpang kapal dalam keadaan selamat, operasi SAR terhadap kecelakaan kapal penampung ikan tersebut dinyatakan selesai dan resmi ditutup.
Berdasarkan kronologi kejadian, kapal penampung ikan tersebut berangkat dari Banggai menuju Kendari pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 04.00 Wita dengan membawa enam orang di atas kapal. Namun, saat perjalanan memasuki perairan Bokori sekitar pukul 20.30 Wita, kapal menabrak karang hingga mengalami kebocoran.
Adapun enam korban yang berhasil diselamatkan masing-masing Nias (42), pemilik kapal, Bahri (38), Ebit (42), Asrin (25), Tamrin (43), dan Arsad (42).
Operasi SAR melibatkan SMC dan Staf SMC KPP Kendari, Rescuer KPP Kendari, kru KN SAR Pacitan, serta keluarga korban. Dalam operasi tersebut, tim menggunakan sejumlah peralatan pendukung, di antaranya rescue car, RIB, peralatan medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, dan perlengkapan keselamatan lainnya. (red)












