Daerah  

Pemprov Sultra Percepat Pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di 17 Kabupaten/Kota

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka. (Dok. Istimewa)
Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka. (Dok. Istimewa)

MEDIATAMASULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepemimpinan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, terus mempercepat pembangunan Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di 17 kabupaten dan kota.

Program pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemprov Sultra karena dinilai mampu menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat, khususnya dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.

Di bawah koordinasi Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tenggara, pembangunan gerai koperasi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk dukungan TNI melalui jajaran Kodim serta kolaborasi bersama PT Agrinas Pangan Nusantara.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tenggara, LM Shalihin, mengatakan percepatan pembangunan gerai koperasi merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pusat ekonomi baru yang mampu menjangkau masyarakat desa secara langsung.

Menurutnya, koperasi tidak lagi hanya dipandang sebagai lembaga simpan pinjam semata, tetapi harus menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang produktif, modern, dan berkelanjutan.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mendukung penuh percepatan pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan. Kehadiran gerai ini diharapkan mampu menjadi pusat distribusi, pemasaran, dan pemberdayaan usaha masyarakat desa maupun kelurahan,” ujar Shalihin.

Ia menambahkan, Gubernur Sultra juga memberikan perhatian serius terhadap percepatan pembangunan gerai koperasi tersebut karena dinilai sejalan dengan visi pembangunan ekonomi daerah berbasis kerakyatan.

“Pak Gubernur sangat mendukung program ini karena manfaatnya langsung menyentuh masyarakat desa. Gerai koperasi akan menjadi ruang tumbuh ekonomi baru bagi masyarakat,” katanya.

Berdasarkan laporan perkembangan pembangunan per 6 Mei 2026, total KDKMP yang tersebar di 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara mencapai 2.273 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 764 titik lahan telah siap bangun, sementara 64 gerai telah selesai dibangun dengan progres mencapai 100 persen.

Shalihin menjelaskan, daerah yang telah menuntaskan pembangunan KDKMP di antaranya wilayah binaan Kodim 1412 Kolaka, yakni Kabupaten Kolaka sebanyak 7 unit, Kolaka Timur 1 unit, dan Kolaka Utara 4 unit dengan total progres pembangunan mencapai 135 unit.

Sementara itu, wilayah binaan Kodim 1413 Buton mencatat Kabupaten Buton 2 unit, Buton Selatan 1 unit, dan Buton Tengah 2 unit telah rampung. Adapun Wakatobi dan Kota Baubau masih belum memiliki gedung yang selesai dibangun, dengan total progres pembangunan di wilayah tersebut mencapai 84 unit.

Di wilayah binaan Kodim 1416 Muna, Kabupaten Muna Barat telah merampungkan 6 unit, sedangkan Kabupaten Muna masih nihil. Namun total progres pembangunan di wilayah itu telah mencapai 130 unit.

Untuk wilayah binaan Kodim 1417 Kendari, Kabupaten Konawe mencatat 10 unit rampung, Konawe Selatan 16 unit, dan Kota Kendari 3 unit. Sementara Konawe Kepulauan masih belum memiliki gedung yang selesai dibangun. Total progres pembangunan di wilayah ini mencapai 214 unit.

Kemudian, wilayah binaan Kodim 1429 Buton Utara mencatat 3 unit rampung dengan progres pembangunan 50 unit. Wilayah binaan Kodim 1430 Konawe Utara telah menyelesaikan 4 unit dengan progres 46 unit, sedangkan binaan Kodim 1431 Bombana telah menuntaskan 4 unit dengan progres pembangunan mencapai 41 unit.

Selain pembangunan fisik, Pemprov Sultra juga tengah menggenjot penyediaan lahan bagi koperasi yang belum memiliki lokasi pembangunan. Pengurus koperasi diminta segera mengidentifikasi aset milik pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, maupun desa yang dapat dimanfaatkan.

“Pengurus koperasi agar segera mencari lahan baik itu milik Pemprov, Pemkab ataupun milik desa, karena ketersediaan lahan menjadi syarat utama percepatan pembangunan,” ungkapnya.

Menurut Shalihin, pada tahap pertama pembangunan difokuskan pada lahan seluas 1.000 meter persegi dengan ukuran bangunan 20 x 30 meter. Tahap kedua nantinya akan menyasar pembangunan pada lahan di bawah 1.000 meter persegi.

Pembangunan dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara bekerja sama dengan jajaran TNI melalui Kodim setempat.

Ia menambahkan, gedung yang telah rampung kini tinggal menunggu pengisian fasilitas operasional. PT Agrinas akan mendistribusikan perlengkapan berupa satu unit mobil truk, satu unit mobil pick up 4×4, dua unit motor viar, serta perlengkapan gerai di dalam gedung.

Selain itu, koperasi juga akan mendapatkan pendampingan selama dua tahun guna memastikan operasional berjalan maksimal.

“Ke depan, Koperasi Merah Putih diproyeksikan menjadi pusat distribusi berbasis Business to Business (B2B) yang menyediakan beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya,” jelasnya.

Ia menuturkan, koperasi juga akan berperan sebagai pemasok kebutuhan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga kebutuhan program tersebut diharapkan dipenuhi oleh koperasi setempat.

Secara konsep, Gedung Koperasi Merah Putih akan dilengkapi sembilan gerai wajib, seperti gerai sembako, klinik, apotek, unit simpan pinjam, hingga fasilitas pergudangan yang terintegrasi dalam satu kawasan usaha.

Karena itu, pengurus koperasi dituntut memiliki kemampuan manajerial dan jiwa kewirausahaan agar mampu mengembangkan unit usaha secara profesional.

Pemerintah menargetkan seluruh Koperasi Merah Putih di Sulawesi Tenggara telah terbangun sebelum peluncuran nasional yang dijadwalkan pada 16 Agustus mendatang oleh Presiden RI, dengan syarat seluruh koperasi telah memiliki lahan siap bangun.

“Program ini diharapkan menjadi instrumen nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan,” tutupnya. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!